Candi cetho

Sejarah Indonesia memangh tidak lepas dari yang Namanya kerajaan – kerajaan yang menjadi cikal bakal terbentuknya Negara Indonesia. Berbicara tentang masalah kerajaan maka tidak akan lepas dari Namanya situs bersejarah. Situs – situs ini beragam dengan peninggalan prasasti ataupun candi.

Ada sebuah candi yang terletak di atas ketinggian. Tempatnya berada di lereng Gunung Lawu dan di jadikan salah satu tempat sebagai jalur pendakian. Walaupun jauh dan membutuhkan waktu yang lama karena memutar. Tetapi jalur pendakian ini memiliki pemandangan yang sangat mengesankan, dibandingkan dengan jalur pendakian yang lain.

Tempat yang mengesankan itu berasal dari Candi Cetho. Candi yang bercorak agama Hindu ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit. Letaknya berada di ketinggian 1496 mdpl, menjadi salah satu candi tertinggi di Indonesia bersamaan dengan Candi Arjuna, Candi Gedong Songo dan Candi Ijo.

Sekilas tentang Candi Cetho

Candi Cetho

Objek wisata kebangganan warga Karanganyar ini merupakan peninggalan dari kerajaan Hindu. Oleh karena itu tidak heran bila di waktu tertentu kawasan Candi Cetho ini digunakan untuk melaksanakan upacara adat.

Pada Tahun 1842 seorang arkeolog bernama Van de Vlies nebenykan komplek Cndi Cetho ini. Kemudian menulisnya dalam sebuah buku. Baru pada tahun 1970 dilakuakn pemugaran oleh hemaradani.

Berdasarkan penelitian Candi Cheto ini dibangun pada tahun 1451 – 1470. Dibangun oleh RajaBrawijaya ke V. Pembangunan Candi Cetho ini berfungsi sebagai tolak bala atau ruwatan. Karena pada saat itu kerajaan Majapahit sedang banyak terjadi kerusuhan.

Berada di ketiggian 1497 mdpl membuat banyak orang yang datang mengunjungi. Seperti komunitas sepeda yang mencoba melakukan tanjakan Cetho. Ada beberapa yang berhasil dan ada juga yang gagal.

Kawasan Candi Cetho ini memang terlihat seperti sebtah pedesaan. Dimana diteras teras atas terlihat beberapa bangunan – bangunan seperti joglo dan juga pendopo. Keunikan dari Candi Cetho ini adalah momen siluet yang sangat cantik.

Coba Anda datang sekitar pukul sore menjelang mau tutup. Matahari akan sedikit berada di bagian bawah. Anda juga bisa berdiri dintara gapura yang menjulang tinggi setiap memasuki teras. Sunggu momen yang tidak boleh untuk dilewatkan sedikitpun.

Bagi Anda yang beragama Hindu, Anda juga bisa memanjatkan doa di Candi Cetho. Akan dipimpin oleh seseorang yang memang bertugas untuk menaruh sesajen dan dupa di beberapa patung yang di anggap suci dan sakral.

Jangan lupa untuk membawa kamera agar setiap momen yang dilewatkan di Candi Cetho ini bisa diabadikan. Apalagi tempatnya yang bisa dibilang mempunyai spot – spot henic yang sangat kece dan menarik untuk masuk ke media sosial Anda.

Eksotisme 

Ketika mendapati lokasi dari Candi, seketika Anda akan merasa tempat ini begitu eksotis. Terbukti sejak pemandangan sebelum mencapai area candi yang begitu menakjubkan. Perkebunan teh juga memiliki sisi romantis yang sayang untuk Anda lewatkan begitu saja.

Letaknya sendiri ada pada perbukitan lereng Lawu. Sehingga, tidak terlalu mudah untuk bisa mencapainya. Untuk itu, Anda perlu memastikan kondisi tubuh yang fit sebelum melakukan perjalanan ini. Pada saat tertentu, penganut Agama Hindu serta Kejawen akan melakukan ritual di Candi tersebut.

Anda tergolong orang yang beruntung apabila mendapati ritual ini saat mengunjungi Candi tersebut. Banyaknya ritual adat yang dilakukan, membuat suasana dari tempat ini sedikit berbau mistis. Terbukti dari adanya sesajen yang kerap ditemui di area sekitar candi.

Candi ini akan mengajarkan pada setiap pengunjung untuk selalu “tepo sliro”, saling menghormati adat istiadat masing-masing agama. Selain itu, ada banyak kebudayaan negeri ini yang patut untuk dihargai. Pastikan Anda tidak mengganggu ritual adat dan agama lain ketika menyambangi tempat ini.

Pun, Indonesia merupakan negeri yang kaya akan warisan peradaban masa lalu. Yang mana harus selalu diambil pelajarannya. Mengenai kejayaan Majapahit yang seharusnya menjadi tolak ukur bagi bangsa untuk maju. Untuk itu, selalu cintai kebudayaan dan peradaban Indonesia yang menjadi ciri khas dan identitas negeri.

 

Harga Tiket Masuk Candi Cetho

Harga tiket masuk untuk kawasan Candi Cetho ini sangat murah, hanya dengan membayar tiket sebesar Rp. 7.000 ribu untuk wisatawan dalam negri. Untuk wisatawan manca negara haru membeli tiket sebesar Rp. 25.000 ribu rupiah. Anda akan mendapatkan kain Poleg, kain ini berfungsi untuk menghormati kesucian Candi Cetho. Karena Candi Cetho masih di gunakan untuk sarana peribadatan.

Daya Tarik

Candi Cetho

Nama Candi Cetho sudah terkenal hingga ke berbagai pelosok. Hal ini di buktikan dengan banyaknya wisatawan dan komunitas yang dating untuk berwisata ke Candi Cetho. Komunitas yang sering dating bisanya ialah komunitas sepeda yang memacu adrenalin dan kekuatannya melakukan tanjakan cetho yang luar biasa.

Kawasan Candi Cetho merupakan sebuah hamparan yang sangat menakjubkan. Banyak pula pondok – pondok dan juga situs lingga yoni seperti yang berada di kawasan Candi Sukuh. Jangan kaget jika Anda berwisata ke Candi Cetho akan mencium bau dupa.

Selain Candi Cetho, tempat ini juga terdapat Candi Kethek. Candi ini berada di jalur pendakian. Wisatawan yang mendaki melalui jalur ini pasti tahu posisi Candi Kethek ini. Tetapi bagi Anda yang bukan pendaki pasti tidak banyak yang mengetaui tentang Candi Kethek. Mereka menamakan Candi ini sebagai Candi Kethek karena di atas Candi terdapat mehkota hanuman.

Sekilas Candi Cetho

Dalam pewayangan jawa, hanuman ialah sosok kera dalam Bahasa jawa. Kera disebut juga dengan Kethek. Candi Kethek ini memilih pelataran yang sangat asri dan teduh dengan bentuk punden berundak di bawah pepohonan yang sangat rindang, Candi Kethek ini juga digunakan sebagai tempat untuk beristirahat para pendaki.

Selain Candi Kethek di daerah ini juga mempunyai pelataran dewi saraswati. Dimana patung saraswati ini merupakan pemberian dari pemerintah Gianyar. Tetapi pasa saat Karanganyar dipimpin oleh bupati Iriana, patung ini di taruh di kawasan Candi Cetho untuk menjadi daya Tarik wisata.

Memasuki kawasan pelataran ini, Anda harus melepas alas kaki. Karena kebersihan kawasan ini memang sangat di jaga. Sebeum memasuki pelataran ini ada dupa yang akan menyambut Anda.

Disamping pelataran ada sendang yang dikeramatkan oleh para warga. Terbukti dengan banyaknya sesajen yang berada di tempat ini. Tetapi Anda bisa mengambil airnya dan di basuh ke seluruh badan, rasakan kesegaran dari sendang yang berada di lereang Gunung Lawu.

Anda juga bisa merasakan berbagai macam kuliner yang tersedia deisamping Candi Cetho, lebih tempatnya berada di pintu kelaur. Jangan ragu untuk mencicipi sajian kuliner Candi Cetho.

Cadi Cetho adalah salah satu skasi bisu dari keindahan dan kemegahan kerajaan Mataram zaman dahulu. Berkunjung ke Candi Cetho tidaklah rugi. Selain bisa belajar sejarah. Anda juga bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa dengan hamparan perkebunan the kemuning yang sangat luas.

Baca Juga Candi Sukuh

 

Bagikan:

Luqman Afi

Kurang Piknik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.