8 Misteri dan Mitos Menarik Tentang Candi Borobudur

Mitos Candi Borobudur – Candi Borobudur di tetapkan menjadi salah satu situs peninggalan dunia oleh pihak UNESCO pada tahun 1991, banyak faktor yang me latar belakangi sehingga candi Borobudur ini akhirnya di pilih menjadi salah satu 7 keajaiban dunia.

Salah satu faktor yang melatar belakangi nya adalah faktor unik dan langka dari candi Borobudur ini. Namun lebih dari itu Candi Borobudur ini memiliki banyak sekali misteri yang patut untuk di perbincangkan dan di benarkan masalah kebenaran nya.

Banyak mitos dan misteri yang sampe saat ini masih tersiar dan tersebar di kalangan masyarakat umum. Banyak yang mengatakan bahwa misteri candi Borobudur ini adalah sebuah replika alam semesta.

Untuk mengelilingi candi Borobudur ini wisatawan harus patuh dan melakukan Pradaksina atau berjalan dari arah kanan. Pradaksina ini sendiri memiliki sebuah artian bagi pemeluk agama budha yakni berkaitan hal nya mengenai atau memiliki artian untuk memberi penghormatan terhadap arwah dan roh para leluhur.

 

Misteri dan Mitos Candi Borobudur

 

1. Bagaimana Candi Borobudur di bangun ?

 

Pembangunan Candi Borobudur

 

Hal pertama yang menjadi misteri di kalangan masyarakat umum adalah tentang bagaiamana Candi Borobudur ini di bangun, kita tahu Candi Borobudur di bangun sekitar tahun 750-850 an Masehi dan selesai sekitar tahun 1018 an Masehi.

Tentu hal ini menjadi sebuah misteri yang patut untuk di pertanyakan, pada zaman tersebut msutahil rasanya ada inovasi atau alat canggih yang dapat sekejap mata membangun candi Borobudur yang sangat besar dan megah ini.

Konstruksi yang terbangun di Candi Borobudur juga terbilang unik, dimana susunan batu di candi Borobudur ini hanya sekilas seperti di taruh begitu saja tanpa ada perekat yang merekatkan susunan batu satu sama lain.  Secara nalar wajar kita bisa berfikir mustahil ada alat dan perabot yang canggih di masa tersebut.

Namun yang terjadi candi Borobudur bisa berdiri secara megah dan memperlihatkan kegagahan dan kekuatan nya sampai sekarang.

 

2. Patung yang belum selesai

 

patung yang belum selesai

 

Misteri kedua yang banyak merebak di kalangan masyarakat umum adalah tentang patung yang belum selesai. Ya patung yang di maksud ini adalah patung budha terbesar di kawasan Candi Borobudur yang sampai sekarang masih belum terselesaikan.

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, untuk sekarang ini bisa mengunjungi patung yang belum selesai itu di Kawasan atau di dalam museum Karmawibhangga.

Banyak versi yang mengatakan mengapa patung budha ini tak di selesaikan dalam tahap pengerjaannya, namun ada beberapa bocoran mengenai tentang bagaimana patung ini tak di selesaikan.

Hal ini di sebabkan bahwa sifat sang budha adalah sunyata atau ketiadaan, maka wajar saja jika patung ini tidak di selesaikan dalam pengerjaan nya, karena memang sudah seharusnya dan sewajarnya di biarkan kosong.

 

3. Siapa Arsitek Borobudur ?

 

Arsitek Candi Borobudur

 

Hal ketitga yang masih menjadi misteri dan belum terpecahkan sampai sekarang adalah tentang siapa orang, atau siapa arsitek dari pembangunan candi Borobudur yang megah ini, yang di bangun pada tahun 750-850 an Masehi.

Banyak versi dan sumber yang mengatakan bahwa sosok Gunadharma adalah sosok di balik pembangunan candi Borobudur ini. Gunadarma di ceritakan dalam berbagai versi adalah seseorang yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan pengetahuan yang luas.

Selain itu ada yang menyebut juga Gunadarma memiliki ilmu yang sangat tinggi dan berkembang cerita serta kabar bahwa Gunadarma telah menjelma menjadi sebuah Gunung Menoreh yang lokasi nya berada di dekat Candi Borobudur ini.

Hal ini di dasari dan di perkuat dengan sudut pandang dimana orang akan melihat Gunung Menoreh seperti hal nya orang berbaring. Namun mitos ini masih banyak berkembang di kalangan masyarakat banyak tentang keabsahan dan kebenaran ceritanya.

 

4. Arca Sang Pengabul Doa

 

arca borobudur

 

Mitos yang berkembang hebat dan banyak di perbincangkan masyarakat adalah mengenai Arca Sang Pengabul Doa. Maksut dari kalimat tersebut adalah banyak nya para wisatawan yang datang ke candi Borobudur dengan berusaha memasukan tanga mereka ke salah satu candi yang di dalamnya terdapat arca.

Banyak dari kalangan masyarakat yang percaya bahwa dengan memegang arca tersebut maka doa-doa mereka yang mereka ucapkan saat berada di candi Borobudur akan terkabul, namun hal ini juga masuk dalam kategori musyrik bagi orang muslim.

Namun terlepas dari itu banyak para wisatawan yang melakukan hal tersebut setiap kali berkunjung ke candi Borobudur. Aktivitas memasukan tangan ke dalam candi dan berhasil memegang arca ini di sebut dengan nama Kunto Bimo.

Kunto Bimo sendiri adalah sebuah istilah patung budha di dalam Dharmacakra. Untuk seorang laki-laki bisa menyentuh stupa dengan jari kelingking ataupun jari manis, sedangkan perempuan bisa menggunakan bagian jari kaki. Namun hal ini banyak terbukti banyak para wisatawan yang berkunjung tidak bisa melakukan hal ini.

 

5. Candi Borobudur Pernah Hilang

 

Hilangnya Candi Borobudur

 

Tersiar kabar pada zaman dahulu Candi terbesar dan termegah ini pernah hilang secara tiba-tiba, kesimpang siuran berita tentang hilang nya candi Borobudur ini semakin tidak jelas. Hilang nya candi Borobudur sendiri di dasari pada kejadian meletus nya gunung Merapi pada zaman itu.

Erupsi yang di timbulkan dari letusan gunung Merapi ini membuat seluruh bagian Candi Borobudur tertutup oleh abu vulkanik dari letusan gunung Merapi ini. Versi lain mengatakan bahawa candi Borobudur hilang di sebabkan adanya longsoran tanah yang menutupi candi Borobudur ini dari bagian bawah sampai puncak candi.

Belum lagi di tambah dengan tumbuh nya semak belukar dan pepohonan semakin membuat Candi Borobudur semakin tidak terlihat dari kejauhan. Yang terlihat adalah seperti menyerupai gundukan tanah yang tinggi seperti sebuah perbukitan.

 

6. Arah Candi Borobudur Menghadap

 

arah candi borobudur

 

Versi mitos yang selanjutnya beredar adalah tentang arah Candi Borobudur menghadap, banyak masyarakat yang ber asumsi candi Borobudur tak memiliki arah yang pasti, hal ini wajar di katakana mengingat Candi Borobudur memiliki bentuk yang melingkar menjurus ke semua arah mata angin.

Para ahli sejarah sendiri juga banyak yang mengatakan dan menyimpulkan bahwa Candi Borobudur ini tidak memiliki arah yang pasti. Sehingga kita tentu nya akan kesulitan menentukan bagian arah mata angin, entah itu bagian selatan ataupun utara. Karena memang candi Borobudur tidak memiliki patokan yang pas untuk hal ini.

 

7. Candi Borobudur Menjadi Sebuah Jam Raksasa

 

jam waktu borobudur

 

Selanjutnya mitos yang berkembang di kalangan masyarakat umum dan para wisatawan yang berkunjung di candi Borobudur ini adalah mengenai anggapan bahwa candi Borobudur menjadi sebuah Jam Raksasa.

Hal yang mendasari perihal Candi Borobudur menjadi sebuah jam raksasa adalah sebuah fakta yang menunjukan bahwa di candi Borobudur yang memiliki 72 stupa yang memiliki bentuk seperti lonceng terbalik.

Stupa-stupa tersebut tentunya berada di bagian paling atas dari candi ini, jarum jam akan muncul ketika matahari menyinari stupa yang paling besar. Jam raksasa akan muncul dan  bisa di saksikan hanya dari bagian atas Candi Borobudur.

 

8. Candi Borobudur Yang di Kelilingi Danau Air Asin

 

danau air asin

 

Berkembangnya mitos selanjutnya yang ada di Kawasan Candi Borobudur adalah mengenai letak lokasi Danau Air Asin yang terletak di sekitaran Candi Borobudur. Menurut penelitian dari para arkeolog yang meneliti candi Borobudur ini dahulu kala di temukan temuan mengenai danau yang mengelilingi candi ini

Hal ini di pertegas dengan adanya temuan sumber titik mata air asin di sekitar candi Borobudur, hal ini tentu sangat unik, selain itu fakta ini kembali di pertegas dengan hal yang mengatakan bahwa bentuk Candi Borobudur yang berbentuk  menyerupai bentuk teratai.

 

 

Demikian ulasan mengenai berbagai macam mitos yang berkembang dan menyelimuti Candi Borobudur, masih perlu banyak fakta dan kebenaran yang perlu di buktikan lebih lanjut mengenai mitos yang beredar di kalangan masyarakat ini.

Tinggalkan komentar